Beberapa minggu ini rasanya emosi saya diuji. Ada banyak yang terjadi. Yang paling menyesakkan adalah melihat orang yang disayangi tidak lagi seperti biasanya. Sakit.
Di saat seperti ini, ingin sekali rasanya mencurahkan waktu seratus persen untuk keluarga, tanpa ada pikiran apa-apa. Namun, ini resiko yang sudah saya pilih. Berat memang menjalaninya, tapi saya harus bertanggungjawab atasnya. Ini pelajaran buat saya agar tidak sembarang berkata iya. Resiko komitmen dipertanyakan dan dianggap tidak konsisten sekarang muncul dari orang-orang di sekitar saya.
“Ah, tapi kan saya begini. Saya lo punya urusan ini, urusan itu.”
Apakah mereka harus tahu? Rasanya tidak.
Biarkanlah orang yang meragu itu tetap meragu. Mereka tidak perlu tahu.
Masih ada beberapa minggu sebelum tahun berganti.
“Gelas setengah kosong atau gelas setengah penuh?
Dan kasir waktu pun tak akan pernah menunggu.”
Sinta 07/12/2011
